Tampilkan postingan dengan label Agama Hindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama Hindu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2013

Tri Sarira dan Unsur Pembentuknya

Kata Tri Sarira terdiri dari dua kata yaitu kata Tri dan kata Sarira. Tri berarti tiga dan Sarira berarti badan. Jadi Tri Sarira berarti  tiga badan atau tiga lapisan badan manusia.

Bagian-bagian Tri Sarira

Kamis, 17 Oktober 2013

Bhuana Agung dan Bhuana Alit

Bhuana artinya, alam, dunia jagat. Agung artinya besar (jagat raya). Alit artinya kecil. Bhuana agung artinya dunia besar atau alam semesta. Bhuana Agung disebut dengan istilah Makrokosmos. Bhuana alit artinya dunia kecil (mahluk hidup). Bhuana alit disebut dengan istilah Mikrokosmos.
Unsur-unsur pembentuk bhuana agung dan bhuana alit adalah panca maha bhuta.

Parisadha Hindu Dharma Indonesia

-          Perkembangan Agama Hindu menjelang kemerdekaan Indonesia dapat dibuktikan seperti adanya Kerajaan Hindu, sastra-sastra Hindu/kekawin, dan orang-orang suci Hindu seperti Dang Hyang Dwijendra, Mpu Kuturan.
-          Perkembangan Agama Hindu masa awal kemerdekaan yaitu sejak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, sejak tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia tidak lagi diatur oleh para penjajah. Dibali di bentuk dinas agama otonomi daerah Bali pada tahun 1963, dengan keputusan Menteri agama No 100 tahun 1962, Agama Hindu baru diakui keberadaannya secara nasional.

Kerajaan Hindu di Indonesia (Nusantara)

Pada awalnya agama Hindu berkembang di India tepatnya di lembah sungai Sindhu. Kemudian atas jasa salah satu orang suci yaitu Rsi Agastya agama Hindu tersebar keseluruh dunia termasuk ke Indonesia. Di Indonesia agama Hindu pertama kali berkembang di Kalimantan Timur yaitu di kerajaan Kutai kemudian terus berkembang ke pulau jawa dan Bali. Nama-nama kerajaan Hindu tersebut antara lain:
-          Kalimantan Timur       : Kerajaan Kutai
-          Jawa Barat                : Kerajaan Taruma Negara
-          Jawa Tengah             : Kerajaan Mataram/ Medang Kemulan
-          Jawa Timur               : Kerajaan Kanjuruhan, Air Langga, Kediri, Singosari dan Majapahit
-          Bali                           : Kerajaan Bali

Sistem Kepercayaan (Theology)

Theology pembebasan dapat dijelaskan sebagai sistem kepercayaan yang berusaha untuk membendung usaha-usaha pembodohan terhadap posisi Tuhan yang tidak dapat digambarkan, menyebutkan Tuhan untuk kepentingan duniawi yang hanya membuat kesengsaraan. Dengan pembebasan terkait dengan usaha penyelamatan manusia dari kemiskinan, kesengsaraan, kemelaratan yang tidak pernah tuntas.
Aplikasinya dalam Hindu baik di India maupun di Bali, telah dikenal dengan konsepsi moksa yang berarti bukan sorga bukan neraka, juga bukan ayatanasthana seperti yang disebutkan dalam Kakawin Adi Parwa V (PJ. Zoetmulder). Intinya setiap orang akan memiliki kedudukan sama dapat mencapai pembebasan dengan cara berbuat baik, dalam pandangan Hindu pembebasan dapat dicapai baik selama hidup maupun setelah meninggal dunia, dengan menjalankan Samadhi, ketenangan yang super dapat diperoleh, seperti juga kematian yang begitu membahagiakan tidak ada beban yang dirasakan, meninggal dunia dengan tersenyum dan kebahagiaan yang tiada tara karena bertemu dengan Tuhan.

Rabu, 16 Oktober 2013

PERJALANAN DANGHYANG NIRARTHA


Pada akhir abad ke – 15, kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan. Selain disebabkan karena faktor dari dalam, yaitu perang saudara (Perang Paregreg) untuk menjadi penguasa di Majapahit, faktor dari luar juga menjadi penyebab keruntuhan salah satu kerajaan Hindu terbesar ini, yakni serangan dari Kerajaan Demak yang beragama Islam. Akibat dari hal tersebut, agama Hindu akhirnya surut oleh pengaruh agama Islam, dimana penduduk di Majapahit dan sekitarnya serta pulau Jawa pada umumnya akhirnya beralih keyakinan ke Agama Islam. Orang – orang Majapahit yang tidak mau beralih agama dari Hindu ke Islam akhirnya memilih meninggalkan Majapahit.

Cadhu Sakti

Cadhu Sakti artinya empat kemahakuasaan atau kekuatan Sang Hyang Widhi

-          Bagian-bagian Cadhu Sakti yaitu : Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, Kriya Sakti
-          Arti Masing masing bagian Cadhu Sakti

TRI HITA KARANA DALAM AGAMA HINDU


 Latar Belakang Historis.

Konsep kosmologi TRI HITA KARANA merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.  Pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini.

Tri Hita Karana

Pengaplikasian Tri Hita Karana (Pelemahan)
Dalam Perayaan Tumpek Wariga di Bali


Agama Hindu memiliki begitu banyak hari raya yang dibedakan berdasarkan perhitungan Pawukon, Wewaran dan Sasih. Dalam perhitungan pawukon hari raya agama Hindu dimulai dari Wuku Sinta sampai dengan Wuku Watugunung dengan jumlah wuku sebanyak 30 wuku yaitu beberapa diantaranya adalah Hari Raya Galungan, Hari Raya Kuningan, Hari Raya Tumpek Wariga, Hari Raya Saraswati.

Kekawin Bomantaka

Kekawin merupakan sebuah syair yang menggunakan bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi), yang dimana kekawin memakai netrum India yaitu guru laghu dan masing-masing suku kata didalam syair kekawin ini mempunyai kwalitas yang berbeda.

Kamis, 13 Oktober 2011

JENIS - JENIS PERSEMBAHAN


1.   Canang Genten
2.   Canang Burat Wangi
3.   Canang Sari
4.   Canang Pesucian
5.   Tadah Pawitrah / Tadah Sukla
6.   Cane
7.   Canang Meraka
8.   Daksina
9.   Ajuman
10. Peras
11. Banten Jotan
12. Banten Suci
13. Banten Gebogan/Pajegan
14. Penjor
15. Lamak

Senin, 10 Oktober 2011

DUDONAN NGANTEB PEMANGKU



Om Awignam astu
- Asuci laksana ( mesiram, mekramas )
Risampun Bantene puput sami, manut rerainan sane kasangra minakadi :
- Saraswati
- Galungan
- Kuningan
- Pagerwesi
- Miwah sane lianan

Pemargi kadi ring sor puniki
1. Ngunggahang banten ring pelinggih soang-soang

Makna Pohon Waja/Bila dalam hari raya Siwaratri

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

“Di antara berbagai Brata, mengunjungi tempat suci, memberi dana punya yang mahal seperti batu mulia (emas dan permata), melakukan berbagai jenis upacara Yajña, berbagai jenis tapa (pertapaan) dan melakukan berbagai kegiatan Japa (mengucapkan berulang-ulang nama-nama-Nya atau mantra untuk memuja keagungan-Nya), semuanya itu tidak ada yang melebih keutamaan brata Śivarātri . Demikian keutamaan Brata Śivarātri , hendaknya Brata ini selalu dilaksanakan oleh mereka yang menginginkan keselamatan dan keberutungan. Brata Śivarātri adalah Brata yang sangat mulia, agung yang dapat memberikan kesejahtraan dan kebahagiaan lahir dan bathin (Shastri, Śiva Purana, Koti Rudrasamhita, XL. 99-101,Vol.3, Part III, p. 1438).